Sabtu, 19 Maret 2016

MAKALAH REOG PONOROGO

BAB I
(PENDAHULUAN)

A.      LATAR BELAKANG

                Kebudayaan adalah segala hal yang terkait dengan seluruh aspek kehidupan manusia, yang dihayati dan dimiliki bersama. Didalam kebudayaan terdapat kepercayaan kesenian dan adat istiadat. Kata kebudayaan memiliki kata dasar “budaya” yang berarti pikiran , akal budi, hasil.Menurut ilmu Antropologi yang disampaikan oleh Koentjaraningrat (1985).Kebudayaan adalah seluruh kemampuan manusia yang didasarkan pada pemikiran , tercemin pada perilaku dan pada benda –benda hasil karya mereka, yang diperoleh dengan cara belajar.Dengan demikian kebudaayaan merupakan ciptaan manusia. Di era globalisai ini semakin banyak masyarakat  yang menganggap kesenian khas daerah yang dalam hal ini adalah Reog Ponorogo hanya sebuah kesenian masa lalu yang dianggap kesenian memanggil setan dengan aura mistis. Dan dalam kenyataannya semakin banyak masyarakat yang melupakan warisan kebudayan daerah karena semakin majunya hiburan.Reog Ponoroga merupakan kesenian khas Ponorogo yang  pada akhirnya akan luntur apabila tidak ada peran pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam melestarikan kesenian tersebut dan bahkan warga negara lain yang notabene buka merupakan kesenian khas daerah meraka justru mau melestarikan peninggalan budaya masa lalu itu. Dan dampaknya muncul kontraversi kalau negara tetangga mulai mengakui kesenian khas daerah negara kita.

B.      RUMUSAN PERMASALAHAN

1.      Pengertian Reog Ponorogo
2.      Sejarah Reog Ponorogo
3.      Pementasan Reog Ponorogo
4.      Tokoh Dalam Pementasan Reog Ponorogo

BAB II
(PEMBAHASAN)

1.Pengertian Reog

            Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

2.Sejarah Reog
            Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok (Departmen Pendidikan dan Kebudayaan, 1978-1979, Reog di Jawa Timur, Jakarta). Namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak istri raja Majapahit yang berasal dari Tiongkok, selain itu juga murka kepada rajanya dalam pemerintahan yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan di mana ia mengajar seni bela diri kepada anak-anak muda, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan kerajaan Majapahit kembali. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Kertabhumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.
Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabhumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50 kg hanya dengan menggunakan giginya. Kepopuleran Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Bhre Kertabhumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer di antara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru di mana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewandono, Dewi Songgolangit, dan Sri Genthayu.
Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun di tengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujang Anom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara KerajaanKediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan "kerasukan" saat mementaskan tariannya.

3.Pementasan Reog
Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanan dan hari-hari besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terdiridari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan. Tarian pertama biasanyadibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan mukadipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaikikuda. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaikikuda:

A.Tarian pembuka
Pada reog tradisional, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-lakiyang berpakaian wanita.Tarian ini dinamakan tari jaran kepangatau jathilan,yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tarikuda lumping.Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yangmembawakan adegan lucu yang disebut Bujang Ganong atau Ganongan.

 B.Tari inti
Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yangisinya bergantung kondisi dimana seni reog ditampilkan. Jika berhubungandengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar.Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusunrapi. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpinrombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Terkadang seorang pemainyang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan.

C.Tarian penutup
Adegan terakhir adalahsinga barong,dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burungmerak dan mempertontonkan keperkasaan pembarong dalam mengangkat dadak merak seberat sekitar 50 kilogram dengan kekuatan gigitan gigi sepanjang pertunjukan berlangsung. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topengyang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, jugadipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan dantapa.Instrumen pengiringnya, kempul, ketuk, kenong, genggam, ketipung, angklung danterutama salompret, menyuarakan nada slendro dan pelog yang memunculkanatmosfir mistis, unik, eksotis serta membangkitkan semangat. Satu groupReog biasanya terdiri dari seorang Warok Tua, sejumlah warok muda, pembarong dan penari Bujang Ganong dan Prabu Kelono Suwandono. Jumlahkelompok reog berkisar antara 20 hingga 30-an orang, peran utama berada  pada tangan warok dan pembarongnya.

4.Tokoh Dalam Pementasan Reog
Jathilan
Jathil adalah prajurit berkuda dan merupakan salah satu tokoh dalam seni Reog. Jathilan merupakan tarian yang menggambarkan ketangkasan prajurit berkuda yang sedang berlatih di atas kuda.

Warok
"Warok" yang berasal dari kata wewarah adalah orang yang mempunyai tekad suci, memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih. Warok adalah wong kang sugih wewarah (orang yang kaya akan wewarah). Artinya, seseorang menjadi warok karena mampu memberi petunjuk atau pengajaran kepada orang lain tentang hidup yang baik

Barongan
Barongan (Dadak merak) merupakan peralatan tari yang paling dominan dalam kesenian Reog Ponorogo. Bagian-bagiannya antara lain; Kepala Harimau (caplokan), terbuat dari kerangka kayu, bambu, rotan ditutup dengan kulit Harimau Gembong

Klono Sewandono
Klono Sewandono atau Raja Kelono adalah seorang raja sakti mandraguna yang memiliki pusaka andalan berupa Cemeti yang sangat ampuh dengan sebutan Kyai Pecut Samandiman kemana saja pergi sang Raja yang tampan dan masih muda ini selalu membawa pusaka tersebut.

Bujang Ganong
Bujang Ganong (Ganongan) atau Patih Pujangga Anom adalah salah satu tokoh yang enerjik, kocak sekaligus mempunyai keahlian dalam seni bela diri sehingga disetiap penampilannya senantiasa di tunggu - tunggu oleh penonton khususnya anak-anak.




BAB III
(PENUTUP)


C.      KESIMPULAN
            Reog Ponorogo adalah kesenian asli milik Indonesia, khususnya Ponorogo,Jawa Timur. Kesenian yang satu ini memang sedikit berbau mistik. Tidak jarang juga dalam sebuah pertunjukan reog ada pemain kesenian reog yang kesurupan. Namun, ada pawang yang telah bertugas menangani jika ada pemain yangkesurupan. Kesenian ini terdiri dari lima tokoh utama, yaitu Prabu KelonoSewandono, bujang ganong, jathilan, warok, dan barongan. Sayangnya, banyak remaja sekarang ini ada yang belum mengerti dan mengetahui akan kesenian reog ini . Sehingga diperlukan usaha untuk mengenalkan kesenian Reog Ponorogo kepada mereka. Melalui makalah ini penyusun berharap para pemuda yang tidak mengetahui akan kesenian reog ini, setelah membaca makalah ini menjadi lebih mengenal kesenian reog ini. Sehingga diharapkan timbul rasa bangga karena mempunyai kesenian reog sebagai salah satu kebudayaan Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA








1 komentar:

  1. Estimasi Biaya
    Biaya renovasi rumah
    • bisa kita hitung dari volume pekerjaan yang di renovasi,semisal pekerjaan pengecatan,ganti keramik,ganti atap,contoh pengecatan biayanya luas yang kita cat dikalikan biaya jasa upah dan harga cat yang digunakan.
    • ilustrasi ganti keramik kamar tidur ukuran 4x5m total luas 20m2 maka biaya (upah + material dikalikan 20m2)
    • untuk penambahan kamar/ruang kita bisa perkirakan biaya per meter persegi,mulai dari Rp 3,5 jt/m2
    Biaya bangun rumah
    • bisa kita hitung perkiraan biaya bangun rumah per meter persegi.
    • harga bangun rumah dipengaruhi dari model rumah,luasan rumah,dan jumlah lantai
    • perkiraan bangun rumah sederhana 1 lantai Rp 3 jt s/d 3,5 jt/m2
    • perkiraan bangun rumah 2 lantai Rp 3,5 jt s/d 5 jt/m2
    • perkiraan bangun rumah mewah Rp 5 jt s/d 7 jt/m2
    • perkiraan bangun ruko Rp 3.000,000/m2
    Jasa bangun rumah
    Tim Renovasi Rumah menerima bangun rumah baru,mulai dari proses konsultasi,survey lokasi,pembuatan gambar denah,fasade/tampak rumah,gambar detail/gambar kerja,RAB sampai proses pelaksanaan pembangunan rumah.
    A.rumah 1 lantai type sederhana
    Spesifikasi material yang dipakai:
    • Pondasi :Batu kali
    • Struktur :Beton bertulang,besi D 8mm & 10mm
    • Dinding :Batako pres di plerter dan aci
    • Cat :nippon paint standart
    • Kusen :Kayu Meranti finishing politur
    • Daun pintu/jendela : Double multiplek finishing politur
    • Kunci/penggantung :Lokal standart
    • Atap :Rangka baja ringan,genteng press
    • Plafon :Rangka holo meni + gypsum A-plus
    • Dapur :Meja beton dengan penutup keramik 20x20cm
    • Keramik :Asia tile 30x30cm
    • Closed jongkok :Ina standart
    • Kitchen zink :stainless stell
    • Instalasi listrik :Kabel Eterna SNI
    • Instalasi Air : Pipa Wavin D/AW
    NB :Tidak termasuk biaya pengurusan IMB,penyambungan listrik PLN,dan PDAM
    B. bangun rumah Menengah 2 lantai
    Spesifikasi material yang dipakai:
    • Pondasi :Cakar ayam
    • Struktur :Beton bertulang,besi D 6mm,8mm,10mm & 13mm
    • Dinding :Bata merah pres di plerter dan aci
    • Cat : standart
    • Kusen :Kayu Meranti finishing melamin/politur
    • Daun pintu/jendela : Kayu meranti Panel finishing melamin/ politur
    • Kunci/penggantung :Lokal standart
    • Atap :Rangka baja ringan,genteng press
    • Plafon :Rangka holo 2×4/4×4 meni + gypsum A-plus 9mm
    • Dapur :Meja beton dengan penutup keramik 20x20cm
    • Keramik :
    • Ruang keluarga/tamu : Granit ex china tile 60x60cm
    • Kamar mandi : Platinum tile 20x40cm
    • Ruang service : Asia tile 30x30cm
    • Saniter : TOTO standart
    • Kitchen zink :stainless stell
    • Instalasi listrik :Kabel Eterna SNI
    • Instalasi Air : Pipa Wavin D/AW
    NB :Tidak termasuk biaya pengurusan IMB,biaya penyambungan listrik PLN,dan air PDAM/bikin sumur bor
    C. bangun rumah Mewah
    Spesifikasi material yang dipakai:
    • Pondasi :Cakar ayam
    • Struktur :Beton bertulang,besi D 6mm,8mm,10mm & 13mm
    • Dinding :Bata merah pres di plerter dan aci
    • Cat Interior : Dulux Interior
    • Cat Exterior : Dulux Weatershil
    • Kusen :Kayu Kamper samarinda oven finishing melamin/cat duco
    • Daun pinyu/jendela :Kayu Kamper Panel finishing melamin/ cat duco
    • Atap :Rangka baja ringan + alumunium foil,genteng M-Class
    • Plafon :Rangka holo 2×4/4×4 + gypsum Jaya 9mm
    • Dapur :Kitchen zink :stainless stell
    • Keramik Ruang keluarga/tamu :Granit tile 60x60cm
    • Keramik Kamar mandi : Roman tile 25x40cm
    • Keramik Ruang service : Asia tile 30x30cm
    • Saniter :Closed/Wastafel TOTO standart
    • Instalasi listrik :Kabel Eterna SNI
    • Instalasi Air : Pipa Wavin D/AW
    • Torn air : 1000 lt
    CATATAN :
    • Tidak termasuk biaya pengurusan IMB,biaya penyambungan listrik PLN,dan biaya penyambungan air PDAM
    • Harga di atas tidak mengikat dan hanya perkiraan awal,Untuk detail harga di sesuwaikan dengan desain dan material yang dipakai sesuwai perhitungan dalam RAB
    Sumber: http://mitraciptagriya.com/estimasi-biaya/

    BalasHapus